Karya: I Gede Aryaguna Dhaneswara
BioGrapic Novel : Mahatma Gandhi
Penulis : Kazuki Ebine
Penerbit : PT Bentang Pustaka
Tahun terbit : 2013
Penerjemah : Rini Nurul Badariah
Penyunting : Pratiwi Utami
Jumlah halaman : 187 halaman
Cetakan : Pertama
Harga buku : –
Penyunting : I Gede Aryaguna Dhaneswara
Sinopsis
Mohandas Karamchand Gandhi lahir di Porbandar, Gujarat, India semasa jajahan Inggris pada tanggal 2 Oktober 1869 dari pasangan suami-istri Karamchand Gandhi (ayah) dan Putlibai Gandhi (ibu). Seperti anak-anak pada umumnya yang lahir di sebuah wilayah jajahan, Gandhi lahir di keluarga yang miskin. Ayahnya bekerja sebagai pegawai pemerintahan di kotanya, sementara ibunya mengurusi keluarganya di rumah. Sewaktu kecil, Gandhi melihat berbagai macam diskriminasi, ketidakadilan, dan perlakuan kasar para penjajah yang bertindak semena-mena terhadap rakyat India yang saat itu masih menggunakan sistem kasta.
Saat remaja, Gandhi pindah ke Inggris untuk mempelajari hukum. Setelah dia menjadi pengacara, dia pergi ke Afrika Selatan, sebuah koloni Inggris, di mana dia mengalami diskriminasi ras yang dinamakan apartheid. Dia kemudian memutuskan untuk menjadi seorang aktivis politik agar dapat mengubah hukum-hukum yang diskriminatif tersebut. Gandhi pun membentuk sebuah gerakan non-kekerasan
Ketika kembali ke India, dia membantu dalam proses kemerdekaan India dari jajahan Inggris, hal ini memberikan inspirasi bagi rakyat di koloni-koloni lainnya agar berjuang mendapatkan kemerdekaannya dan memecah Kemaharajaan Britania untuk kemudian membentuk Persemakmuran.
Rakyat dari agama dan suku yang berbeda yang hidup di India kala itu yakin bahwa India perlu dipecah menjadi beberapa negara agar kelompok yang berbeda dapat mempunyai negara mereka sendiri. Banyak yang ingin agar para pemeluk agama Hindu dan Islam mempunyai negara sendiri. Gandhi adalah seorang Hindu namun dia menyukai pemikiran-pemikiran dari agama-agama lain termasuk Islam dan Kristen. Dia percaya bahwa manusia dari segala agama harus mempunyai hak yang sama dan hidup bersama secara damai di dalam satu negara.
Pada 1947, India menjadi merdeka dan pecah menjadi dua negara, India dan Pakistan. Hal ini tidak disetujui Gandhi.
Prinsip Gandhi, satyagraha, sering diterjemahkan sebagai “jalan yang benar” atau “jalan menuju kebenaran”, telah menginspirasi berbagai generasi aktivis-aktivis demokrasi dan anti-rasisme seperti Martin Luther King, Jr. dan Nelson Mandela. Gandhi sering mengatakan kalau nilai-nilai ajarannya sangat sederhana, yang berdasarkan kepercayaan Hindu tradisional: kebenaran (satya), dan non-kekerasan (ahimsa).
Pada 30 Januari 1948, Gandhi ditembak seorang lelaki Hindu yang marah kepada Gandhi karena ia diduga terlalu memihak kepada Muslim.
Keunggulan Buku
Alur cerita pada buku ini sangat menghibur dan tidak membosankan para pembaca. Juga ilustrasi komik pada buku ini sangat bagus dan rapi sehingga pembaca akan lebih cepat mengerti alur cerita pada buku ini. Buku ini juga mengandung pesan moral, yaitu perjuangan tidak harus mengangkat senjata atau bernodakan darah, tetapi penjuangan yang disertai dengan non-kekerasan atau berdasarkan kebenaran pasti juga akan berhasil.
Kelemahan Buku
Buku ini menampilkan informasi yang kurang lengkap mengenai tokoh ini. Jadi disarankan bagi para pembaca yang ingin mengetahui lebih dalam tentang tokoh ini, bisa dicari di internet atau buku biografi lainnya.
Rekomendasi
Buku ini sebaiknya melengkapi sedikit informasi lagi mengenai tokoh ini, agar melengkapi informasi yang tidak tercantum pada buku ini. Buku ini juga direkomendasikan untuk pembaca yang menyukai komik, karena terdapat banyak ilustrasi komik pada buku ini. Selain itu, tidak ada rekomendasi lagi dari saya.
Leave a Reply